Makassar_Tana Toraja

Selama praktek di sebuah lembaga survei membawaku mendatangi beberapa kota besar di Indonesia. Setelah kemaren pergi ke pekan baru kali ini aku ditugasi ke Makassar. Ini pertama kali, diriku menginjakkan kaki di Sulawesi. Sebuah perjalanan baru dimulai… Kota makassar merupakan kota dengan jumlah penduduk yang cukup padat dan cukup panas mungkin karena berdekatan dengan pinggir pantai.

Perjalanan ini membawaku pertama kali ke menginap di sebuah hotel di Panakukang. Setelah beristirahat, keesokan harinya aku mulai melaksanakan tugasku. Aku ditugaskan untuk witness di beberapa daerah di Sulawesi selatan, yaitu Pinrang, Sinjai, Kabupaten Wajo, dan Luwu Utara. Dari beberapa desa di kabupaten tersebut hanya 2 yang bisa didatangi dan hanya satu daerah yang dilakukan Witness. Saat pulang menuju kota Makasar, Kami menyempatkan diri mampir di Pinggir pantai. Ramai sekali… Dan Dari tepi pantai, kita bisa melihat Pulau Buaya…

Keesokan harinya aku hanya di rumah saja, sesuatu yang sangat membosankan..berpikir otakku, gimana klu aku pergi ke Tana Toraja?? Setelah berdiskusi dengan Mb Netti dan Mas komar. Akhirnya Aku memutuskan mau pergi ke Toraja. Malam itu, setelah melihat semua data terkumpul, Aku dan Mb Netty pergi ke Toraja. Kita naik bus, Perjalanan dari kota Makassar ke Toraja sekitar 8 jam. Di Toraja, Kita bertemu Mas Alex dan Mas Sandy. Mas Alex adalah teman akrab Mas Komar. Orangnya kocak abiz..dan keren banget bawa mobilnya kayak di lapangan sircuit… hahahaha

Dinding-dinding Gunung
Dinding-dinding Gunung

Mas Alex asli keturunan Toraja namun sekarang tinggal di Palopo. Mas Alex mengajak Aku dan Mb Netti berkeliling Toraja. Perjalanan pertama ke kampung Tongkoanan, rumah Adat masyarakat Toraja. Di salah satu rumah, kami melihat seorang perempuan yang sudah sangat tua. Beliau menyuruh kami untuk masuk ke dalam rumahnya. Namun Rumahnya terkunci, kami tidak bisa masuk ke dalam. Kami hanya melihat dari Luar saja… Tidak jauh dari perkampungan tongkonan, terdapat dinding-dinding gunung. Disana diletakkan jenazah-jenazah warga yang telah meninggal. Semakin tinggi letak jenazah ditempatkan maka menunjukkan kedudukannya di dalam masyarakat. Dan biasanya diletakkan perkelompok. Menunjukkan adanya hubungan keluarga. Kemudian Kami melanjutkan perjalanan ke tempat pemakaman selanjutnya. Setelah ke dinding-dinding gunung, kami ke dalam Gua. Selain di dinding gunung, Gua juga di jadikan sebagai tempat makam. Merangkak dalam Goa sekitar 25 meter.. hanya dengan lambu petromax… sebuah pengalaman yang tidak bisa terlupakan.

Kolam penuh mistis
Kolam penuh mistis

Melihat Kolam dangan ikan belut Raksasa. Namun saat kesana, kami tidak dapat melihat ikan belut raksasa karena dia sedang bersembunyi. Kami hanya melihat Anaknya saja. Dari atas terlihat Kolam ini sangatlah dangkal namun menurut cerita tidak ada seorang pun yang dapat menyentuh kolam ini. Airnya sangat jernih, sungguh indah…namun begitu menyimpang misteri.. setelah melihat ikan belut, kamudian melanjutkan perjalanan ke pemandian air panas. Setelah mandi, kemudian kami menuju tempat tertinggi di Tana Toraja yaitu Tomonga.

Batu Tomonga
Batu Tomonga

Mengunjungi batu Tomonga artinya dalah batu yang mengarah ke awan. Dari tempat ini kita bisa melihat banyaknya batuan vulkanik yang bermunculan dari hamparan sawah. Dan beberapa batu raksasa yang menjadi Goa. Benar-benar pemandangan yang indah dan menjadikan Tana Toraja terlihat subur dan hijau. Untuk menjelajahi semua semua keindahan di Toraja tidak lah cukup hanya satu hari. Karena Keindahannya yang begitu indah.. Semoga Allah memberiku kesempatan untuk menikmati keindahan ini lagi. Amiin…

2 Respon untuk Makassar_Tana Toraja

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s